Tionghoa adalah istilah yang dibuat sendiri oleh orang di Indonesia berasal dari kata Cung Hwa dari Tiongkok. Istilah Tionghoa dan Tiongkok lahir dari lafal Melayu (Indonesia) dan Hokian, jadi secara linguistik Tionghoa dan Tiongkok memang tidak dikenal (diucapkan dan terdengar) diluar masyarakat Indonesia. Jadi ini adalah khas Indonesia, oleh sebab itu di Malaysia dan Thailand tidak dikenal istilah ini.
Istilah China yang dibuat orang dari luar Tiongkok yang telah terlanjur populer bukan berarti tidak boleh di ganti dengan Tionghoa/Tiongkok.
Sementara Tiongkok itu sendiri adalah sebutan dari RRT(Republik Rakyat Tiongkok) atau yang lebih dikenal dengan RRC(Republik Rakyat China), sempat ada isu mengenai hal ini dan beritanya belum saya update kembali, kurang lebihnya mohon maaf.
Dalam rules of power itu ada yang namanya selective honesty. Ini sebenarnya lebih ke mindset dimana kejujuran itu bukan karena kita baik tapi sebenarnya lebih ke long-term goals dan menjaga reputasi.
Saya kasih contoh saja ada seorang penipu berjas mendatangi Al-capone lalu menawarkan peluang investasi disebuah perusahaan dengan keuntungan 50%. Al-capone itu gangster yang sudah tau trik kotor seperti ini namun dia penasaran, ini orang berani banget nawarin padahal kalo bohong taruhannya nyawa, di kasih lah $50,000 cuman karena penasaran.
2 bulan pun berlalu penipu tersebut tidak bisa dihubungi, si Al-capone pun berpikir uangnya dibawa lari. Namun, suatu hari si penipu datang ke kantor Al-Capone membawa koper. Si Al-capone udah mau order eksekusi tapi si penipu ini bilang "Pak Maaf perusahaan nya gagal, ini $50,000 USD saya kembalikan"
Si Al-Capone terkejut "Kamu kesini buat ngembaliin uangnya? Ga kamu bawa lari? Antara goblok atau berani kamu? Tapi saya salut sama kejujuran kamu ga banyak orang yang sejujur itu, buat kamu $10,000 nya"
Trik nya disini itu si penipu tau Al-capone itu sudah biasa dengan orang yang mencoba menipunya jadi saat dia jujur justru malah sangat apresiatif. Si penipu selama 2 bulan cuman leha-leha di rumah, perusahaan nya gaada dan investasinya bodong.
Intinya adalah bahwa kejujuran itu sebagai alat bukan karena kebaikan. Berbohong memang lebih mudah tapi yang lebih untung itu jujur untuk menjaga reputasi dan menutupi kebohongan. Jika kita punya reputasi sebagai orang jujur itu kebohongan kita tertutupi automatis.
Belajar dari Indonesia dan Dunia
Apakah orang Cina tahu bahwa bandara Beijing Daxing terbaik mereka dirancang oleh arsitek wanita Irak paling terkenal Zaha Hadid?
Jelas pasti tahu! Proses pembangunan bandara tsb terbuka setiap orang bisa mengikutinya dengan baik. Pada saat tahap perencanaan pemerintah China mengundang para arsitek yang terkemuka di dunia ini untuk menawarkan desain arsitektur bandara tsb. Pemenangnyapun diumumkan secara terbuka. Selain itu, Zaha Hadid sangat terkenal di China dan master piece yang dilahirkan oleh dirinya seabreg di China daratan sana. Dia juga mengajar mahasiswa jurusan arsitektur, terutama dalam bentuk kuliah-kuliah umum. Jelas Zaha Hadid sangat dikenal dan kehadirannya di China memperkaya dunia arsitektur negara tsb.
Namun Penulis melihat pertanyaan ini memiliki konotasi bahwa pemerintah China sangat tertutup sehingga rakyat tidak tahu apa-apa. Jika anda masih memiliki gagasan yang naif dan unsophisticated bahwa memimpin 1.4 milyar manusia dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil diatas rata-rata dunia selama 4 dekade lebih. Bisa dilakukan oleh sebuah rejim politik otoritarian yang tertutup. Saran saya berpikirlah ulang, perdalamlah literasi, bacalah lebih banyak lagi dan galilah lebih banyak sumber.
Sejak tahun 1990 pemerintah China fokus pada profesionalisme untuk meraih karya terbaik bagi pembangunan politik dan ekonomi. Tidak peduli pada warna kulit, bangsa, suku, agama dsb. Pokoknya karya terbaiklah yang dipilih. Salah satu contoh adalah diangkatnya Jimmy Carter, presiden AS ke 39 sebagai konsultan pemerintah untuk pengembangan demokrasi.
Dengan demikian, pada saat perencanaan bandara Daxing. Pemerintah China mengundang para arsitek dari seluruh dunia dan meminta mereka menawarkan desain dari bandara tsb. Pemenangnya adalah Dame Zaha Mohammad Hadid, siapakah orang ini?
Dame Zaha Mohammad Hadid
Zaha Hadid adalah seorang British-Iraqi. Lahir di Baghdad kemudian melanjutkan studi di Architectural Association School di Bedford Square, London. Lulus tahun 1972 dan kemudian mendirikan Zaha Hadid Architect dengan kantor di Clerkenwell, London.
Zaha Hadid sangat dikenal dilingkungan dunia arsitek Eropa. Oleh karena dia memberikan terobosan baru pada dunia arsitek tradisional yang modelnya hanya itu-itu saja. The Guardian menggambarkan dirinya "the "Queen of the Curve, who liberated architectural geometry, giving it a whole new expressive identity".
Zaha Hadid adalah wanita pertama yang memenangkan Pritzker Architecture Prize pada tahun 2004. Kemudian dia berturut-turut memenangkan Architecture Award paling bergengsi di Inggris yaitu Stirling Prize pada tahun 2010, 2011 dan 2012. Pada tahun 2012 itu juga Ratu Elizabeth II menganugerahkan gelar Dame ~ untuk pria Sir ~ atas jasa-jasanya mengembangkan dunia arsitektur Inggris. Selain itu Zaha Hadid juga dianugerahi Royal Gold Medal dari Royal Institute of British Architect.
Sekalipun sebagai seorang pakar arsitektur Zaha Hadid sukses di Eropa namun bisnis dan karya-karyanya tidak terlalu berkembang. Dia dijuluki sebagai "The Paper Architect." Artinya, desainnya bagus diatas kertas namun para ahli teknik sipil menolak membangun karena desain arsitektur tsb terlalu sulit.
Nasib Zaha Hadid berubah total pada awal tahun 2000 pada saat bertemu Zhang Xin, seorang milyarder pemilik jaringan department store Soho di China. Zhang Xin memiliki rencana membangun department store-nya tapi dia jenuh dengan desain-desain arsitektur yang konservatif. Dia membutuhkan terobosan baru dan dia menemui Zaha Hadid. Sejak itu kedua wanita ini menjadi teman dekat.
Dari Zhang Xin Zaha Hadid menerima proyek membuat desain arsitektur untuk semua jaringan Soho di China, jelas ini bukan proyek kecil. Sejak itu Zaha Hadid memindahkan kantornya ke Beijing.
Dengan karya-karya arsitekturnya yang begitu mengagumkan serta prestasinya dalam bentuk sederat penghargaan dalam bidang arsitektur. Pilihan pemerintah China atas diri Zaha Hadid tepat dan bandara Daxing pun hadir sebagai landmark nasional China. Fakta bahwa perancang bandara ini adalah Zaha Hadid, seorang British Iraqi, tidak mengurangi keindahan dan nilai penting dari bandara tsb namun justru membuktikan kepada dunia inklusivisme China dalam menyongsong era global ini.
Apa pendapat orang Tiongkok terhadap Dinasti Yuan, yang merupakan "negarap penerus" Kekaisaran Mongol? Apakah mereka menyukai atau menganggap mereka penjajah?
Keturunan dinasti Yuan dan warga Mongol yang lain serta keturunan dinasti Qing dan warga Manchu yang lain diserap serta diterima sebagai bagian dari warga China.
Khusus untuk keturunan Mongol pada umumnya tinggal di Mongolia Dalam dimana bahasa lokal mereka adalah bahasa Mongol dan diakui sebagai salah satu bahasa minoritas di China. Mongolia Dalam adalah sebuah daerah otonom (Autonomous Region) bagi kaum Mongol.
Bahasa China di Indonesia
Kalau orang Hokkian ya bicara Bahasa Hokkian. Terutama mereka yang berasal dari Medan, tidak peduli suku apa biasanya bicara Bahasa Hokkian. Mereka banyak tinggal di Muara Karang. Yang asalnya dari kota Fuqing (Hokjia) bicara Bahasa Fuqing (Hokjia).
Kalau orang Hakka bicara Bahasa Hakka. Biasanya mereka berasal dari Kalimantan, terutama Kalimantan Barat.
Yang dari Kalimantan Timur, bisa bicara Bahasa Kanton, karena berasal dari suku Kanton. Ada juga yang bicara Bahasa Hokkian, karena juga dari suku Hokkian. Tapi lucunya Bahasa Hokkian-nya beda dengan yang dari Medan.
Ada sebagian yang dari suku Tiociu bicara Bahasa Tiociu.
Yang dari Makassar bicara Bahasa Mandarin, tapi dengan logat Makassar (silakan dibayangkan sendiri).
Suku-suku lain ada, mungkin jarang ditemui. Saya pernah bertemu yang asalnya dari Hainan dan bisa bicara Bahasa Hainan, tapi tentu saja di Jakarta sulit menemui 'lawan bicara' yang sama.
Mengapa orang cina berbicara bahasa mandarin dengan sesama cina, tetapi berbicara bahasa indonesia dengan orang lokal?
Begini saudaraku, kalau suku-suku lain di Indonesia, biasanya nama sukunya mencerminkan daerah / provinsi kelahirannya bukan? Dengan demikian mereka akan mengenal bahasa daerah di tempat kelahirannya itu.
Misalnya:
suku Batak lahir di Sumut, berbahasa Batak
suku Jawa lahir di Jawa, berbahasa Jawa
suku Banjar lahir di Banjarmasin / Kalsel, berbahasa Banjar
Tapi kalau suku Tionghoa (Cina)? Kami kan bukan lahir di Cina ya.. Kami lahir di salah satu provinsi di Indonesia dari Aceh sampai Papua. Jadi bahasa daerah yang pertama kali dikenal biasanya adalah bahasa di daerah kelahirannya / bahasa daerah orangtuanya, bukan bahasa Mandarin Seperti halnya orang Jawa/Sunda/Batak/Jepang/India/Norwegian yang saya kenal, dan mereka berbicara bahasa Jawa/Sunda/Batak/Jepang/India/Norwegian dengan sesama Jawa/Sunda/Batak/Jepang/India/Norwegian.
Mengapa bahasa Mandarin "cici/koko (kakak)" di Indonesia berbeda dengan bahasa Mandarin di Tiongkok yang mana mereka memangil kakak dengan sebutan "jiejie/gege"?
Sebenarnya kata "cici/cece" dan "koko" itu bukan bahasa Mandarin, melainkan bahasa Hokkien, salah satu dialek bahasa Tionghoa yang banyak digunakan di Indonesia (suku Hokkien merupakan suku bangsa Cina/Tionghoa yang cukup banyak di Indonesia). Sedangkan bahasa Mandarin itu merupakan dialek Beijing (Peking) yang dijadikan bahasa nasional Tiongkok. Semua dialek bahasa Tionghoa memakai huruf Hanzi (Kanji) yang sama tetapi berbeda pelafalannya dari satu dialek ke dialek lain. Jadi, "cici/cece" merupakan pelafalan Hokkien untuk 姐姐 (Mandarin: jiejie [dibaca sebagai "ciecie", artinya kakak perempuan]) dan "koko" adalah pelafalan Hokkien untuk 哥哥 (Mandarin: gege [dibaca sebagai "keke", artinya kakak laki-laki]).
Komentar
Posting Komentar